CateringPeduliKesehatan-

CateringPeduliKesehatan-Catering Surabaya

Sehat dengan Catering

Info Sehat
Nutrisi Para Atlet

Iklan Gratis

Iklan Gratis Surabaya
ENAK tidak selalu sama dengan TIDAK SEHAT PDF Cetak
Rambu-rambu menu sehat, terutama menu diet saat ini kiranya menganut pada satu prinsip: apapun yang berasa enak, tentu tak sehat. Karena citra negatifnya, red wine, coklat,  telur, daging merah, dan mentega dimasukkan dalam daftar menu-menu pantangan. Cemas, khawatir, takut dan ragu. Itulah yang biasa dihadapi seseorang saat ingin mengonsumsi kelimanya lantaran dianggap sebagai pemice menurunnya kesehatan dan daya tahan tubuh. Benarkah demikian? Agar tak salah pengertian, cermati kiat dalam mengkonsumsinya.

Red Wine (anggur merah)
    Mengkonsumsi alkohol dalam kadar yang berlebihan bisa merusak jaringan otak, paru-paru, jantung, dan perut. Namun jika Anda mengkonsumsi dengan takaran yang sedikit secara teratur, malah dapat menurunkan resiko  serangan jantung dan stroke. Aturan konsumsinya adalah, bagi pria, satu atau dua gelas standar setiap harinya, sementara untuk wanita dianjurkan untuk mengonsumsi satu gelas standar per harinya. Red wine lebih banyak mengandung antioksidan ketimbang white wine, yakni pada kandungan resveratrol-nya,  senyawa alami yang bertindak sebagai antimutagen dan anti peradangan sehingga mampu melindungi tubuh dari kanker dan penyakit kardiovaskular lainnya.
 
 
Cokelat
    Kebanyakan penggemar cokelat ta mau ambil pusing dengan seambrek dampak negatif cokelat terhadap kesehatan. Yang penting hanyalah sensai rasa cokelat yang tiada bandingnya. Akan tetapi, jika dicermati dengan baik, tak sedikit juga manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari mengonsumsi cokelat. Tiap gigitan cokelat pekat (dark chocolate) terdapat asam amino yang mengandung serotonin, zat yang bisa memberi efek yang sama seperti saat kita sedang jatuh cinta. Cokelat pekat lebih banyak mengandung cocoa-nya dan sedikit gula. Banyak ahli kesehatan mengatakan, antioksidan dalam cokelat (catechin) sangat tinggi sehingga mampu mencegah resiko serangan jantung. Dibanding secangkir teh hitam, catechin dalam cokelat pekat empat kali lebih banyak. Buruknya, kadar lemak jenuh dan gula dalam cokelat memang paling ditakuti. Namun jika anda tidak mengkonsumsinya secara berlebihan, mengapa cokelat tidak sehat?

TELUR
    Mana yang benar soal telur, penghancur kolesterol atau pemasok protein? Perlu diketahui, dalam telur mentah mengandung protein yang disebut avidin yang menghentikan penyerapan biotin. Padahal, biotin berfungsi mencengah kerontokan rambut dan masalah kulit. Singkatnya, telur juga memiliki dampak negatif. Karena itu, ada rambu-rambu tertentu untuk mengkonsumsinya. Batasi konsumsi telur hanya dua atau empat kali dalam seminggu. Kuning telur mengandung kolesterol yang buruk bagi kesehatan, karenanya lebih baik Anda mengkonsumsi tiga omelet hanya dengan satu kuning telur, sehingga kadar kolesterol dalam tubuh Anda bisa dikurangi. Yang utama, telur kaya akan vitamin B12 dan zat besi.
 
 
MENTEGA
    Pertanyaan yang sering dilontarkan adalah, jika pengolahannya secara alami, apakah mentega masih dikategorikan tidak baik bagi kesehatan? Mentega adalah lemak jenuh yang dihasilkan dari susu sapi. Kuncinya, jika anda mengonsumsinya sedikit tidak apa. Tapi jika sebaliknya, anda sama saja mengonsumsi racun dengan dosis tinggi. Ini disebabkan terlalu banyak kandungan lemak jenuh dalam mentega yang akan meningkatkan timbunan kolesterol dalam arteri dan mengakibatkan anda beresiko tinggi terkena serangan jantung dan stroke. Merugikan bukan? Karena itu, anda harus cermat dalam mengkonsumsinya.
 
 
 
DAGING MERAH
     Kesalahan fatalnya adalah bahwa kita terlalu banyak mengonsumsi daging merah. Lemak jenuh di dalamnya bisa sangat mengganggu kesehatan jantung kita. Untuk menyiasatinya, tambahkan sayuran seperti brokoli, kol atau sayuran hijau lainnya sebagai pendamping untuk menetralkan kandungan lemak dalam daging merah. Secara umum, segala jenis daging merupakan sumber zat besi, protein, lemak, dan vitamin Namun, lebih baik kita mengonsumsi daging non mamalia, seperti ayam dan ikan, karena kandungan lemak jenuhnya lebih sedikit, tapi kaya akan omega 3, 6, dan 9 asam lemak, guna membentengi tubuh kita dari penyakit jantung dan stroke.

Makan berfungsi untuk memberi energi pada tubuh kita agar bisa melakukan aktifitas dengan maksimal. Karena itu, kejelian di dalam mengonsumsi bahan makanan yang sehat merupakan langkah awal yang penting mempunyai andil sangat besar dalam menentukan mutu akhir dari suatu hidangan yang sekaligus pula menentukan derajat kesehatan. Intinya adalah pola makan yang tidak berlebihan.