|
Ada sebuah kabar bagus bagi mereka yang punya cita-cita berumur panjang. Sebuah penelitian baru tentang antioksidan menunjukkan adanya fungsi kemungkinan menambah umur. Riset soal usia yang dilakukan oleh peneliti di Buck Institute menunjukkan ada empat jenis antioksidan bisa memperpanjang umur. Semua terdapat dalam nematode worm C elegans.
Hanya saja memang ada risiko yang akan dialami tubuh dalam penggunaannya. Tapi yang terpenting dari hasil penyelidikan ini adalah adanya sinyal kebenaran untuk konsumen yang menganggap kalau supplemen antioksidan bisa membantu mereka hidup lebih lama serta membuat hidup lebih sehat. Hasil dari penelitian itu sudah bisa dilihat secara online di Experimental Gerontology.
Penelitian itu dilakukan sejak 2000. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa tekanan kimia mampu memperpanjang hidup binatang yang dijadikan percobaan. Mereka pun menyimpulkan bahwa kehidupan manusia juga bisa diperpanjang dengan menggunakan antioksidan yang sama.
Sebagai tindak lanjut dari penelitian ini, para peneliti memilih antioksidan yang biasanya tersedia dipasaran, atau yang biasa digunakan oleh kimia dalam beragam jenis komestik perawatan kulit atau produk makanan. Empat jenis yang bisa memperpanjang umur (15-20 persen) adalah 'Lipoic Acid', 'Propyl Gallate', 'Trolox', dan 'Taxifolin'.
"Kami sudah memeriksa secara cermat, cara antioksidan ini memberikan efek penambahan umur pada hewan percobaan. Tapi apa yang kami temukan memang menunjukkan efek macam-macam," kata Gordon Lithgow PhD, peneliti dari Buck Faculty. "Kami melihat antioksidan tersebut bisa membuat hidup hewan invertebrata lebih sehat, dan lebih lama. Kami juga menemukan antioksidan yang memiliki efek berlawanan, tapi masih bisa mengompromi tingkat ketahanan hidup hewan tersebut,' lanjutnya.
Penelitian ini didasari oleh teori bahwa radikal bebas merupakan molekul beracun dalam tubuh dan kerusakan oksida yang disebabkan oleh molekul ini akan terakumulasi sehingga akan mengakibatkan penyakit pada masa tua.
Antioksidan dipercaya mampu melindungi penyakit yang disebabkan oleh kerusakan oksida. Tidak ada mekanisme yang tepat dalam aksi ini, yang masih berhubungan dengan masalah usia, dapat diidentifikasi dengan antioksidan ini.
"Saya optimis, saya pikir kami bisa membuat statement mengenai potensi yang bisa mengatur oksidatif stres," kata Lithgrow. "Saya juga mengatakan kalau kami belum selesai, dan hanya empat dari 40 antioksidan yang memiliki efek tersebut, itu tidak bagus ketika kami memikirkan tentang aplikasi hasil ini kepada manusia."
|