|
|
Bekerja dengan laptop memang praktis. Namun, perhatikan penempatan laptop saat menggunakannya. Sebab, efek laptop mempengaruhi kesuburan.
Pria dilarang keras memangku laptop karena bisa berakibat kemandulan
Pria dilarang keras memangku laptop. Panas yang dihasilkan notebook atau laptop akan mengganggu produksi dan kondisi sperma. Dalam jangka panjang, hal itu berakibat kemandulan. Laptop yang dioperasikan dengan cara dipangku menimbulkan suhu tinggi yang bisa memanaskan daerah 'scrotum' (buah pelir). Padahal, buah pelir adalah lokasi "pabrik" sperma.
Sebaiknya laptop dioperasikan di meja layaknya komputer. Tindakan tersebut tak hanya mengurangi radiasi dan suhu tinggi yang mungkin diserap tubuh. Tapi, ikut menjaga tulang belakang tetap lurus. Kebiasaan memangku laptop sangat tidak dianjurkan untuk pria berusia 15-20 tahun. Terutama, bila mereka belum berkeluarga.
Namun, bukan berarti pria yang sudah menikah atau berkeluarga boleh mengoperasikan laptop dengan posisi dipangku. Mengutip pemberitaan di jurnal Human Production, ada seorang pria berusia 50 tahun mengalami luka bakar penis setelah mengoperasikan laptop selama satu jam dengan posisi dipangku. Suhu tinggi tidak hanya dari laptop. Tapi, dari dua paha yang menjepit kelamin ketika memangku laptop.
Maklum, dalam kondisi menyala, terjadi kenaikan suhu sekitar 2.8 derajat celsius di sekitar buah pelir. Bila laptop dalam keadaan mati, hanya dipangku, kenaikan suhu hanya 2.1 derajat celsius. Source: (JP/ai/nda)
|
|
|
Info Sehat
|
|
Bila anda sering terganggu dengan nafas yang berat ketika tidur, ada baiknya Anda memperbanyak konsumsi ekstrak teh hijau. Beberapa peneliti dari American Sleep Apnea Association menyebutkan jika kandungan antioksidan ekstrak teh hijau dapat megurangi efek stress oksidasi yang diakibatkan oleh kesulitan bernafas ketika tidur. Kesulitan bernafas ketika tidur, atau obstructive sleep apnea (OSA), terjadi ketika Anda berhenti bernafas beberapa saat tatkala tidur. Tak hanya sekali, OSA bahkan dapat terjadi berulang kali pada satu kali periode tidur. Penyebabnya adalah jaringan lunak di belakang tengorokan yang tiba-tiba mengempis dan menutup saat Anda tidur. Para penderita OSA pun dibayang-banyangi oleh resiko stres oksidasi dan perubahan jaringan otak pada area belajar dan memori. Akibatnya daya ingat pun menurun.
Nah, guna mengurangi risiko-risiko di atas, para peneliti dari University of Louisville, Amerika Serikat menganjurkan konsumsi ekstrak teh hijau. Dibandingkan dengan teh hitam, teh hijau mengandung antioksidan empat kali lebih banyak. Kabar ini tentu saja sangat menggembirakan bagi para pengidap OSA. Berdasarkan data dari the National Institute of Health, Amerika Serikat, saat ini tak kurang dari 12 juta penduduk negeri Paman Sam yang menderita OSA.
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>
|
|
halaman 1 dari 7 |